Langsung ke konten utama

Postingan

Sifat Sombong Menjadi Sebab Terhalangnya Seseorang Dari Kebenaran

Perkara yang tidak kita ragukan lagi, bahwa kebanyakan manusia terhalang dari kebenaran bahkan tetap dia diatas kebatilannya, disebabkan adanya kesombongan pada dirinya, dan diantara contoh yang paling jelas dalam perkara ini yakni iblis, maka kisah iblis yang sebutkan dalam Al-qur’an, terkait dengan penolakannya terhadap perintah Allah taala. Maka ini sejelas jelas dalil yang menunjukkan bahwa, terhalangnya mahluk itu dari kebenaran disebabkan adanya kesombongan pada dirinya, iblis pun juga tau ini sah seratus persen perintah Allah, dan ini shahih dan ini adalah wahyu dari Allah, sama dengan malaikat, sama-sama tidak ada keraguan sedikitpun, iblis juga mengetahui tentang itu. Hanya saja mulailah disini hawa berbicara, mulailah hawa dan perasaan berbicara, karena itu banyak orang tersesat dari kebenaran tatkala hawanya, perasaannya, lalu diikuti oleh akalnya, berusaha mencari-cari celah dan kilah, mengakal-akali kebenaran yang datang, maka mulailah iblis berfikir, sebagaimana dibis

Kesyirikan bagian dari najis hati

Kita lanjutkan pembahasan dari sesi yang pertama, yakni najis-najis hati itu secara garis besarnya ada tiga, yang pertama adalah najis syirik, dan ini merupakan penghalang terbesar untuk masuknya ilmu dan pemahaman dan kebenaran kedalam sebuah hati, karena itu perkara yang pertama sekali yang harus dilakukan oleh seseorang, yang ingin mempelajari ilmu dari al-quran dan assunnah, maka yang pertama adalah harus dia bersihkan hatinya dari najis syirik ini. Maka dia harus bertobat dan meninggalkan perbuatan syirik, dan tidak lagi meyakini keyakinan-keyakinan yang mengandung unsur syirik ini, sebagaimana yang telah kita sebutkan contoh-contohnya, meyakini jimat, apapun namanya, jimat pelariskah, jimat tangka palasikkah, maka ini harus kita tinggalkan, dan tidak boleh kita meyakini, karena yang melindungi adalah Allah, dan tidak perlu kita serahkan anak kita kepada benda yang tidak sanggup melindungi. Kan begitu pak, kok dipakaikan anak ketek tu jimat tangka palasik, supayo terlindungi,

Menimbang Bobot Pahala dan Keimanan Dalam Membaca Al-Qur'an

Banyak orang di bulan ramadhan dia baca Al-quran 30 juz qiro’ah, tanpa dia mengetahui maknanya, bertambah pahala satu huruf dilipat gandakan menjadi sepuluh kebikan sampai tujuh ratus kebaikan, betul pahala bertambah, akan tetapi iman belum tentu bertambah, karena pertambahan iman adalah dengan tilawah, bukan dengan qiro’ah, apa itu tilawah? Yakni membaca yang diikuti dengan mentadabburi mengkaji isi dan kandungannya. Maka disini terjadi perbedaan pendapat para ulama, manakah yang lebih utama di bulan ramadhan mengkhotamkan Al-quran tanpa mentadabburi, atukah kita baca beberapa ayat dengan mentadabburi, mengehetahui rahasianya, maknanya, kandungannya, mana yang lebih utama, dan cenderung kepada pendapat yang kedua syaikhul islam ibnu taymiah dan murid murid beliau, seperti imam ibnul qoyyim dan lainnya, bahwa yang lebih utama adalah : membaca yang diikuti dengan mentadabburi. Karena dihasilkan disitu pertambahan iman, adapun imam syafi’i cenderung kepada pendapat yang pertama, be

Ketika Kalimat Nantilah Merupakan Salah Satu Tentara Iblis

Berkata Qotadha Rahimahullah, saya terlah membaca di sebagian kitab, bahwasa sesungguhnya “Nantilah, nantilah, nantilah, besoklah, besoklah” salah satu diantara tentaranya iblis, kenapa bisa dikatakan seperti itu, perkataan “nantilah” terkait dengan menunda nunda kebaikan, besoklah besoklah, nantilah, ini termasuk dari tentaranya iblis. Yakni maknanya, betapa banyak akhirnya iblis dan bala tentaranya meraih kemenangan, berhasil menggagalkan seseorang untuk mencapai keberuntungan, menghalangi seseorang dari pintu-pintu kebaikan yang begitu banyak, hanya dengan satu kata “Nanti, besok”, maka dikatakan itu adalah tentara dinatara tentaranya iblis, disebabkan banyaknya orang terhalang dari kebaikan. Adalah misi iblis bagaimana memasukkan orang sebanyak-banyaknya kedalam neraka, sebagaimana Allah ta’ala berfirman dalam surat Fathir ayat yang ke 6, “Sesungguhnya syaithon itu adalah musuh bagi kalian, maka jadikan ia musuh, karena sesungguhnya syaithon itu dia mengajak tentaranya, kawan-k

Orang Yang Dihukum Oleh Allah Karena Melalaikan Umur

  Sebuah hadist yang di riwayatkan oleh imam Muslim, Rasulullah bersabda :   Bersegeralah beramal, menunjukkan disini prinsip didalam kebaikan prinsipnya adalah “bersegera, tidak boleh ada penundaan”, segeralah beramal sebelum datangnya fitnah, seperti sepontong malam, sepenggal malam yang gelap gulita, dimana seseorang paginya beriman sorenya kafir, atau sorenya beriman paginya kafir. Artinya, ketika seseorang mendapati waktu dan kesempatan untuk beramal dan tidak ada faktor yang menghalanginya, maka jangan dia tunda kaena tatkala dia tunda, datanglah setelah itu fitnah sehingga dia tidak akan mampu lagi untuk mengamalkan apa yang telah dia angan-angankan. Padahal dia tidak ada uzur, faktor penghalang tidak ada, hanya saja tekad yang tidak kuat, seandainya dia bersegera dia mampu, namun dia tunda ditunda akhirnya Allah datangkan uzur yang dia tidak mampu lagi untuk menghadapinya, akhirnya betul betul tertunda terus menerus, dan terjadilah seperti yang disebutkan dalam hadist dia

Salah Satu Toleransi Yang Dibolehkan Dalam Islam

  Mudaroh , apa itu mudaroh ? yaitu menampakkan sikap yang baik kepada orang-orang kafir, tetapi tanpa mengorbankan agama. Apalagi kalau memang ada keuntungan bagi agama islam dari orang-orang kafir itu yang ingin diambil, misalnya dia ahli dalam masalah teknologi persenjataan, yang kaum muslimin belum ada yang memiliki ahli seperti dia, maka akhirnya kaum muslimin menampakkan sikap lunak kepadanya. Tetapi tanpa mengorbankan agama, tanpa mengorbankan akidah, namun dengan tujuan agar bisa diambil manfaat dan ilmunya untuk kepentingan islam, nah ini dibolehkan tetapi tidak mengorbankan agama. Adapun kalau mengorbankan agama ini namnya mudahhana , dan ini termasuk sesuatu yang dilarang dalam islam. Sumber : Faedah singkat majelis ilmu di Masjid Nurussa’adah pasar blok B sitiung 1, Kabupaten Dharmasraya. Sumber Youtube 

Cara agar umat muslim tidak terjerumus kedalam Toleransi yang kebablasan

Bentuk-bentuk memberikan wala’ kepada orang kafir yang ini diharamkan di dalam agama, berbasa-basi dengan mereka dengan jalan melakukan mudahhana, apa itu mudahhana, yaitu berusaha mencari simpati mereka, keridhoan mereka dengan cara mengorbankan agama. Seperti seseorang yang ingin agar orang-orang kafir senang kepada mereka, ridho kepada mereka tetapi dengan cara dia korbankan agamanya, akhirnya diapun ikut di dalam ritual-ritual ibadah kafir, dengan alasan supaya orang kafir itupun senang dengan mereka, atau walaupun dengan alasan agar orang kafir tersebut tidak memudhoratkan mereka. Maka ini termasuk sesuatu yang diharamkan didalam agama, bahkan orang kafir dan orang-orang musyrik pernah menawarkan kepada nabi agar nabi melakukan mudahana, apa bentuknya ? mereka berkata kepada nabi Salallahualihi wasallam, “Ya Muhammad engkau sembah tuhan-tuhan kami, berhala-berhala kami selama satu tahun, setelah itu gantian kami pula yang menyembah tuhan engkau satu tahun”. Maka Allah turunk